Menilik Janji dan Lingkungan Sebagai Tumbalnya

Bagi masyarakat kota DKI Jakarta, saat ini tampaknya jutaan kepala tengah dilanda pesta demokrasi daerah. Berita setiap hari lalu lalang berkisar antara pembicaraan masa depan kota, perubahan, penetapan aturan, visi, dan cita-cita luhur dari 6 pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, sebuah peristiwa penting penentu pembangunan ibukota Republik Indonesia, akan diadakan pada hari Rabu tanggal 11 Juli 2012.

Dampak dari peristiwa ini adalah kampanye luar biasa dari setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Setiap pasangan meneriakkan jargon, strategi, janji, dan rencana kepemimpinan. Mereka memaparkan ide dan memopulerkan wajah dalam media cetak dan elektronik. Tidak henti-henti, bahkan cenderung meningkat. Kaos dan bendera dicetak setiap harinya untuk memastikan penyebaran info terus berjalan. Stiker, poster, baliho, dan spanduk dipasang merata di seluruh sisi kota Jakarta.

Memang benar adanya sebuah kampanye haruslah diwarnai jutaan informasi terpampang jelas di seluruh kota, tetapi apakah memang tanpa aturan?

Dampak dari penempelan poster, pemasangan spanduk, baliho, dan stiker, menyebabkan kota Jakarta lebih kotor dari keadaan sebelumnya. Citra perbaikan kota yang dibangun dari setiap pasangan justru melemah karena ketidaktertiban sistem kampanye. Beberapa area taman tertutup bayangan spanduk berukuran besar dari salah satu calon gubernur. Kemudian banyak tiang listrik, kotak, dan fasilitas umum lain yang menjadi relawan untuk dijadikan tempat berdirinya poster serta stiker pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Para calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur peserta Pilkada yang masih menjabat tidak boleh menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 mengatakan, dalam kampanye itu dilarang menggunakan fasilitas negara. Artinya, kalau dia cuti, semua fasilitas negara tak boleh digunakan.

Apakah memang penyebaran visi dan janji tidak lagi bisa beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan?

“Tanggal 8 Juli semua alat peraga akan diturunkan. Jadi semuanya bersih dan steril,” kata Ramdansyah, dijumpai di KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (3/7/2012). – dikutip dari Kompas.com

Mari kita saksikan apakah kampanye pasangan cagub dan wakil cagub DKI Jakarta ini berjalan sesuai aturan dan berada dalam koridor yang tepat agar tetap bersahabat dengan lingkungan kota.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s