MRT di Jakarta : Proses Pelebaran Jalan dan Penampakannya Saat Ini

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

MRT atau Mass Rapid Transportation telah menjadi mimpi besar bagi sebagian besar warga kota DKI Jakarta. Proses pembangunannya yang tergolong lambat dibandingkan kota-kota besar lain di dunia, menjadikan status keadaan lalu lintas kota Jakarta berada dalam kondisi kritis. Kemacetan telah menjadi pemandangan sehari-hari  dan terpaksa dilalap warga Jakarta demi menjalankan kegiatannya. Kurang lebih 5 tahun yang lalu, proyek pembuatan monorel sempat berjalan dan akhirnya berhenti dengan hasil beberapa tiang pancang yang terbengkalai.

Saat ini Pemerintah Daerah kota Jakarta memulai pembangunan MRT jalur Lebak Bulus hingga Bunderan Hotel Indonesia yang memaksa masyarakat untuk merelakan trotoar dan pepohonan di pinggir jalan Fatmawati untuk hilang dimakan aspal. Volume kendaraan yang terus meningkat berusaha diseimbangi dengan pengadaan lintasan agar proyek pembuatan MRT dapat terus berjalan tanpa meniadakan fungsi jalan Fatmawati sebagai urat nadi lalu lintas kota Jakarta.

Setelah berbincang-bincang dengan salah satu koresponden yang bekerja di sekitar Jl. Fatmawati, tidak diketahui apakah akan dilakukan penggantian terhadap pohon yang telah ditebang. Koresponden hanya mengetahui bahwa akan diletakkan beberapa pot tanaman sebagai “ganti rugi” atas hilangnya organisme penting yang telah menyediakan keteduhan alami selama bertahun-tahun di Jl. Fatmawati.

Kayu yang telah ditebang pun tidak disosialisasikan pemanfaatannya. Muncul berbagai rumor termasuk didalamnya bahwa kayu ini telah dipergunakan oleh pihak tertentu yang menjadikannya komoditi untuk diperjualbelikan. Jawaban dari pertanyaan “Mengapa tidak dilakukan pemindahan pohon?” belum muncul dari pihak yang terkait dengan proyek ini. Bila ditelaah lagi, sebaiknya pemindahan pohon ke lokasi baru menjadi informasi utama yang dikeluarkan pada awal pembangunan proyek MRT. Hal ini dinilai baik karena memberikan berita bersifat edukatif bagi masyarakat serta menciptakan citra yang baik untuk pemerintah.

Proses pembangunan di kota Jakarta ini telah menuai korban berupa alam itu sendiri. Sebagai warga yang baik kiranya kita harus lebih kritis dalam menyikapi pembangunan yang dilakukan di kota Jakarta. Keseimbangan antara alam dan pembangunan seyogyanya menjadi kiblat agar tidak menjadi bumerang bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s