Lambang negara yang punah : Nisaetus bartelsi

Nisaetus bartelsi – Mongabay

Garuda yang merupakan lambang negara Indonesia diketahui mengambil karakter dari Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Spesies yang telah masuk kategori endangered species Red List  IUCN ini diperkirakan akan punah dalam 5 tahun kedepan,  seperti dinyatakan oleh Metronews 4 April 2012 lalu.

Penurunan jumlah elang secara umum disebabkan oleh kerusakan habitat, baik akibat bencana alam atau akibat alih fungsi lahan dari hutan menjadi perkebunan atau ladang. Namun demikian, penyebab utama dari berkurangnya jumlah spesies ini adalah penangkapan dan perburuan untuk koleksi. Padahal Elang, termasuk Elang Jawa, merupakan hewan monogami yang hanya berpasangan sekali seumur hidupnya. Oleh karena itu, setiap satu jantan atau betina elang yang mati karena diburu atau ditangkap berarti hilangnya sebuah kesempatan untuk regenerasi.  

Berdasarkan data yang diperoleh pada Februari 2012, diketahui hanya ada sekitar 325 pasang Elang Jawa di alam. Sebagian besar menempati Malangbong, Jawa Barat dan beberapa area Jawa Timur, seperti Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, Meru Betiri, Alas Purwo dan Pulau Sempu. Sedangkan di Jawa Tengah sebagian besar  habitat nya telah rusak akibat erupsi Gunung Merapi dan proses agrikultur, seperti yang terjadi di dataran tinggi Dieng.

Pelestarian Elang Jawa harus dilakukan dengan agresif, dan cara yang mampu dilakukan saat ini adalah dengan melindungi kawasan Suaka Elang dari perburuan, sedangkan opsi lain, yaitu dengan teknik breeding sepertinya belum dikuasai di Indonesia. Pada kenyataannya, pelestarian Elang Jawa bukan hal yang mudah, karena burung ini umumnya hanya menghasilkan satu keturunan dari 2-4 telur dalam sekali siklus reproduksi. Selain itu, Elang Jawa juga memiliki preferensi terhadap tumbuhan endemik rasamala dan tikus hutan endemik jawa sehingga sulit untuk beradaptasi di wilayah lain apabila habitat asalnya rusak.

(Sumber Wikipedia)

Maka menjadi ironis ketika muncul pertanyaan :

dimanakah burung Garuda?

Pada lambang negara di depan kelas, pada ekor pesawat, pada cetakan kain tradisional, pada logo stasiun televisi, pada bungkus makanan kecil, pada pahatan yang dijual untuk cinderamata, pada lencana kebangsaan.

Pada dada bangsa Indonesia. Garuda di dadaku.

Spesies yang dijadikan lambang negara karena karakternya yang luar biasa nantinya mungkin akan lebih dikenal dari bungkus kacang atom.

Ilustrasi diatas memang berlebihan, tapi sebagai negeri yang telah berhutang simbol dan filosofi dari Elang Jawa. Setidaknya lakukan sesuatu supaya spesies ini masih bisa kita lihat terbang bebas.

Lebih banyak mengenai suaka Elang Indonesia dapat diakses melalui :
http://suakaelang.org/

Organisasi kemitraan yang memiliki tujuan untuk membantu program konservasi Elang Taman Nasional Gunung Halimun-Salak ini 18 Juli 2012 lalu baru saja mengadakan pengamatan Elang Jawa di Suaka Elang Raptor Sanctuary, Gunung Salak.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s