Sermersuaq Leleh Summer Ini

Sermersuaq, lapisan es  seluas 1.710.000 km2 yang menutupi sekitar 80% permukaan Greenland menunjukkan adanya fenomena pelelehan yang mengkhawatirkan musim panas ini. Fenomena ini tampak pada citra satelit yang disiarkan oleh berbagai media internasional berikut.

Warna merah : lapisan es Greenland yang meleleh pada 8-12 Juli 2012 – The New York Times

Melelehnya lapisan es ini merupakan fenomena yang umum terjadi di musim panas, umumnya setengah dari lapisan tersebut mencair oleh peningkatan suhu selama musim panas. Namun demikian, es yang mencair sejak 8 Juli – 12 Juli lalu diketahui meningkat dari 40% hingga 97%, suatu fenomena yang belum pernah terjadi selama 30 tahun belakangan.

Para ilmuwan berusaha menemukan penyebab dari fenomena ekstrim ini. Belum dapat dipastikan apakah hal ini disebabkan oleh pemanasan global atau bagian dari variasi siklus yang normal, seperti dinyatakan oleh   Thomas P. Wagner, kepala program Cryosphere NASA.

Namun demikian, seperti dikutip dari The New York Times, Lora Koenig, glaciologis NASA menyatakan bahwa pelelehan es secara signifikan ini dapat terjadi karena lapisan es Greenland secara tidak seimbang telah menyusut akibat memanasnya air laut di seluruh dunia.

Fenomena ini juga diikuti oleh terjadinya ice calving atau berpisahnya lapisan es dari lapisan asalnya. Pada 16 Juli dilaporkan adanya lempengan es berukuran besar yang terpisah dari glacier Petermann (Sumber CNN).

Seperti dikutip dari National Geographic, Thomas Mote, seorang klimatologis menyatakan bahwa pelelehan es dengan skala luas menyebabkan es padat (firn) sulit untuk kembali mereabsorpsi es yang meleleh di permukaannya dan membekukannya kembali. Jika proses pelelehan dan pembekuan kembali ini terus berulang, ketebalan firn dapat berkurang sehingga mengurangi kapasitasnya untuk membekukan kembali lapisan es diatasnya.

Melelehnya lapisan es Greenland ini menimbulkan kecemasan global. Para ilmuwan memperkirakan melelehnya seluruh lapisan es Greenland akan menyebabkan kenaikan muka air laut hingga 7 meter.

Namun demikian, menurut Mote, hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

“Greenland is losing mass, but it would take a very long time to lose all of that mass.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s