Olimpiade London 2012: Di Balik Arsitektur Olympic Park

LONDON — Pada hari Jumat lalu (27/07), Olimpiade London 2012 resmi dibuka. Ratusan negara berbondong-bondong menghampiri London untuk mengibarkan bendera kebangsaan di Olympic Park pada upacara pembukaan pesta olahraga tersebut.

Olympic Park London – London Festival of Architecture 2012

Namun yang menjadi sorotan pada Olimpiade kali ini bukan pada olahraga maupun atletnya, namun pada konsep Olimpiade itu sendiri. Konsep gaya hidup hijau.

Jika menengok sejarah Olimpiade, bisa dibilang bahwa ajang Olimpiade merupakan ajang yang cukup banyak mengkontribusikan sampah. Olimpiade terakhir, Olimpiade Beijing 2008, dianggap tidak ecofriendly karena bekas stadionnya dibiarkan terbelangkai dan tidak digunakan lagi. Hal yang sama pun berlaku untuk Berlin dan Athena.

Setelah memenangkan tender sebagai tuan rumah Olimpiade di tahun 2005, pemerintahan Inggris telah mengeluarkan dana paling sedikit Rp 13,7 triliun untuk proyek pembangunan Olympic Park. Proyek ini dibangun pada tahun 2008 dan selesai pada Juli 2011.

Bercermin pada kenyataan bahwa venue Olimpiade banyak tidak terpakai lagi setelah Olimpiade usai, tim arsitek Olympic Park mencanangkan konsep sustainable pada pembangunan venue Olimpiade London 2012.

Menurut tim arsitektur, seusai Olimpiade London 2012, sebagian dari venue akan dibongkar untuk dijadikan ruang publik dan taman. Venue yang dijadikan permanen hanya Velodrome, Aquatic Centre dan Olympic Stadium. Selain itu, 98% dari materi pembangunan Olympic Park merupakan materi daur ulang!

Menurut Getset London 2012, 90% dari materi konstruksi berasal dari landfilldan bekas bangunan pada area tersebut. Olympic Park juga meminimalisir penggunaan besi, menjadikannya stadion Olimpiade paling ringan sejauh ini. 60% dari materi konstruksi diangkut melalui kereta dan transportasi air. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mereduksi emisi karbon yang mungkin dikeluarkan kendaraan-kendaraan logistik.

Selain itu, Olympic Park dibangun pada area industri dengan air dan tanah terkontaminasi. Selama pembangunan, area tersebut dibersihkan dari seluruh kontaminan dan ditanamkan berbagai jenis tumbuhan. Beberapa satwa liar pun ditranslokasikan ke area ini, menjadikannya habitat baru bagi satwa-satwa tersebut.

Bahkan, konsumsi atlet dan official pun disesuaikan dengan konsep sustainable tersebut. Makanan dan minuman yang dikonsumsi peserta akan mengutilisasi compostable packaging dan akan mengalami daur ulang setelah pemakaian. Coca Cola pun ikut menyumbang konsep baru waste management dalam Olimpiade kali ini.

Pembangunan Olympic Park pun disertai dengan pembangunan jalur kereta api baru, jalur khusus sepeda hingga jalur pejalan kaki untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Sue Riddlestone, direktur eksekutif dari BioRegional yang ikut menjadi tim konseptor sustainability strategy, mengungkapkan “The 2012 team pulled out all the stops to achieve real innovation on park recycling, sustainable food and yes even transport. We are proud to have been part of setting the vision for London 2012 and helping deliver it.

Meskipun banyak target sustainability tercapai, Olimpiade London 2012 gagal memenuhi target utilisasi energi terbarukan, sebagaimana telah dijanjikan pada tahun 2005.

Namun, Olimpiade London 2012 telah membuktikan bahwa sebuah event megah pun dapat bersifat ecofriendly dan menjadi model untuk tuan rumah Olimpiade berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s