Preservasi Sperma Karang untuk Restorasi Terumbu

Greet Barrier Reef – Endangered Species List

Mary Hagedorn, marine biologist dari  Smithsonian Conservation Biology Institute, menciptakan bank sperma dan sel embrionik karang dengan teknik cryopreservation yang telah banyak dilakukan untuk menyelamatkan biodiversitas berbagai spesies langka di kebun binatang dan aquaria dunia.  

Proyek ini dilakukan dengan membekukan materi genetik dari berbagai spesies karang yang telah menurun jumlahnya. Di kemudian hari, larva yang dihasilkan dapat dibesarkan di penangkaran dan dikembalikan lagi ke alam. Sperma dan sel embrionik dicampur dengan cryoprotectant atau antifreeze untuk melindunginya selama proses pembekuan, kemudian campuran disimpan dalam cryovial khusus didalam kotak styrofoam berisi nitrogen cair. Kotak dibekukan secara cepat hingga mencapai -80 Celcius dalam 5 menit. Kotak cryovial kemudian dikirim dalam dry shipper bersuhu -200 Celcius untuk disimpan di Animal Germplasm Repository  milik USDA, Colorado dan repositori dunia lainnnya.

Karang bereproduksi secara aseksual dengan cara budding polyp, dan secara sexual dengan cara broadcast spawning atau brooding. Fertilisasi akan menghasilkan larvae planula yang mengambang dan menyebar selama beberapa hari – minggu sebelum kemudian menetap pada area yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya via budding. Teknik reproduksi dengan fertilisasi diharapkan dapat menjaga biodiversitas karang yang penting untuk survabilitasnya dikemudian hari.

Hegedorn berharap proyek ini dapat menjadi harapan bagi kelestarian terumbu karang berpuluh tahun kedepan. Meskipun belum ditemukan teknik rekayasa untuk membantu pertumbuhan larva menjadi individu dewasa, namun proyek ini terus dilakukan. Cryopreservation diharapkan dapat menjamin adanya pembibitan kembali  Great Barrier Reef , terumbu karang sepanjang 2900 km pesisir Australia yang saat ini statusnya terancam.

Terumbu karang yang diperkirakan menjadi rumah bagi lebih dari 1 juta jenis spesies merupakan ekosistem dengan kekayaan spesies yang hanya dapat disaingi oleh hutan hujan tropis di darat. Selain fungsinya sebagai habitat berbagai jenis kehidupan laut, terumbu karang juga memiliki nilai ekonomi sebagai sarana rekreasi  dan sumber organisme yang memiliki potensi medika. Terumbu karang yang tersusun atas jutaan polyp karang mengubah karbon dioksida di air dan atmosfer menjadi kristar aragonit, CaCO3. Sehingga selain peranannya diatas, terumbu karang juga berperan sebagai sumber pasir untuk pantai dan berfungsi sebagai buffer untuk pesisir pantai.

Saat ini perubahan iklim yang menyebabkan naiknya suhu air laut secara global menyebabkan ekosistem terumbu karang mengalami ancaman serius. Terumbu karang yang sangat sensitif terhadap paparan cahaya dan kenaikan temperatur menjadikannya sebagai ekosistem yang pertama kali menunjukkan dampak dari perubahan iklim. Kenaikan suhu yang menyebabkan bleaching karang dan acidifikasi air laut menyebabkan gangguan pembentukan rangka karang, seperti dipaparkan oleh ahli karang IUCN Gabriel grimsditch. Selain itu penangkapan ikan dengan sianida, polusi dan sedimen dari aktifitas antropogenik dan erosi juga menjadi penyebab kerusakan pada terumbu karang. Kerusakan hutan mangrove yang seharusnya mampu mengabsorpsi sedimen dan nutrien dari aktivitas antropogenik menjadi ancaman yang serius bagi ekosistem terumbu karang.

Cryopreservation merupakan sebentuk antisipasi terhadap ancaman kepunahan terumbu karang di berbagai perairan dunia. Namun demikian, diperlukan regulasi pemerintah dan manajemen terumbu karang yang progresif untuk menjaga ekosistem yang tersisa saat ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s