Microbial Alchemy : Membuat Emas 24-Karat Dengan Bakteri

MICHIGAN — Pada awal Oktober 2012, The Great Work of the Metal Lover oleh Michigan State University mendapatkan honorable mention pada sebuah kompetisi cyber art internasional di Austria, Priz Ars Electronica. Karya tersebut mendapat penghargaan karena berupa inovasi yang gemilang, yakni mensintesis emas dari polutan menggunakan mikroba.

Microbial alchemy is what we’re doing – transforming gold from something that has no value into a solid, precious metal that’s valuable,” -Kazem Kashefi, Michigan State University

The Great Work of the Metal Lover merupakan karya dua peneliti asal Michigan State University, yakni Kazem Kashefi, assistant professor mikrobiologi dan genetika molekuler, dan Adam Brown, associate professor seni elektronik dan intermedia.

Microbial alchemy is what we’re doing – transforming gold from something that has no value into a solid, precious metal that’s valuable,” ujar Kashefi.

Pada karya ini, Kashefi dan Brown menggunakan bakteri extremophillic Cupriavidus metalliduransCupriavidus metallidurans dapat berkoloni pada medium dengan konsentrasi emas klorida yang tinggi. Jika ditumbuhkan pada medium klorida emas, bakteri tersebut terbukti memproduksi butiran emas 24-karat dalam waktu seminggu.

Emas 24-karat yang dikonversi dari asam klorida. – Adam Brown

Brown menjelaskan bahwa emas klorida banyak ditemukan secara alami di dasar danau dan lautan. Dalam bentuk tersebut, emas klorida tidak dapat digunakan. Namun dengan bantuan Cupriavidus metallidurans, emas klorida jadi bisa digunakan.

Secara keseluruhan, The Great Work of the Metal Lover adalah sebuah bioreaktor yang sudah diisolasi dengan Cupriavidus metallidurans. Bioreaktor dilengkapi juga dengan scanning electron microscope (SEM) untuk menampilkan emas yang terbentuk pada isolat bakteri.

The Great Work of the Metal LoverAdam Brown

Brown menambahkan bahwa eksperimen tersebut tidak dilanjutkan dalam skala makro karena terhambat biaya. Akan tetapi inovasi ini dapat menjadi kontribusi bagi ekonomi global, terutama dengan maraknya industri tambang emas saat ini. Setidaknya, inovasi ini membuka kesempatan lebih besar bagi apresiasi terhadap penelitian dalam bidang biomineralogi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s