Carbon Capture and Storage : Solusi Alternatif Kurangi Emisi Karbon

Carbon Capture and Storage – Verus

Karbon dalam bentuk karbon dioksida (CO2) merupakan salah satu gas yang memiliki kontribusi besar dalam peningkatan global warming. CO2 banyak dihasilkan dari penggunaan bahan bakar fosil, dari kendaraan bermotor hingga industri-industri berat seperti migas dan pertambangan. Semakin maraknya penggunaan bahan bakar dan kegiatan eksploitasi hasil bumi yang tidak sebanding dengan kemampuan bumi untuk menyerapnya mengakibatkan emisi CO2 yang semakin meningkat ke atmosfer. Emisi berlebih inilah yang mengakibatkan peningkatan suhu serta dampak turunan lainnya.

Berbagai upaya dirancang untuk mengurangi emisi CO2, dari regulasi internasional hingga pendekatan teknis. Metode Carbon Capture and Storage (CCS) merupakan salah satu upaya dengan pendekatan teknik untuk menangkap karbon dan menyimpannya dalam bentuk yang lebih aman. Menurut Kementerian ESDM, CCS merupakan salah satu teknologi mitigasi perubahan iklim yang berpotensi mengurangi emisi CO2 skala besar hasil dari pembakaran bahan bakar fosil. Teknologi ini merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari menangkap CO2 (capture) dari sumber-sumber CO2 seperti fasilitas pengolahan gas alam dan pembangkit listrik, kemudian mentransportasikannya ke lokasi penyimpanan CO2 di formasi geologi yang sesuai (storage).

Secara umum, ada 3 proses utama dalam metode CCS ini, yaitu: penangkapan, pengangkutan, dan penyimpanan. Penangkapan karbon melibatkan pemisahan fisik dan kimiawi untuk memisahkan karbon dari sumbernya, salah satunya melalui proses gasifikasi, yang diikuti oleh pemisahan gas CO2. Selanjutnya, CO2 yang telah terpisah ditransportasikan dan disimpan (diinjeksi) ke dalam lokasi yang cocok, biasanya merupakan formasi geologi dalam sehingga tidak memungkinkan CO2 untuk kembali ke atmosfer. Lokasi-lokasi penyimpanan CO2 seperti lapisan batubara, reservoir gas dan minyak bumi yang diinjeksi oleh CO2 juga diperkirakan akan mendapat benefit dari proses ini. Misalnya pada reservoir minyak bumi, kehadiran karbon diharapkan dapat menambah umur reservoir mengingat unsur utama pembentuk minyak bumi adalah hidrokarbon.

IEA (International Energy Agency) menyebutkan bahwa tanpa menerapkan CCS, biaya untuk mengurangi emisi dari tahun 2005 sampai 2050 akan meningkat sebanyak 70%. Namun, penerapan metode ini tidaklah mudah. Setidaknya dibutuhkan investasi dana yang besar dan studi lebih lanjut sebelum mengaplikasikannya. Untuk proses penangkapan (capture) saja misalnya, menghabiskan paling tidak 80 % dari total biaya keseluruhan. Biaya ini meliputi investasi peralatan, operasional, dan perawatan. Belum lagi ditambah kebutuhan tambahan listrik, panas, dan air pada beberapa proses kimia.

Teknologi CCS masih dalam tahap awal pengembangan dan belum diaplikasikan dalam skala besar. Saat ini hanya ada beberapa studi pendahuluan dan proyek-proyek skala kecil yang telah dilakukan untuk meneliti teknologi CCS ini. Beberapa negara seperti Amerika, Norwegia, Kanada, dan Jerman telah memulai dan menginvestasi dana guna penelitian dan penerapan lebih lanjut. Di Indonesia sendiri, pada Maret 2011 telah dilaksanakan Forum Carbon Capture Storage (CCS) yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bekerja sama dengan TOTAL E&P Indonesie. Forum ini ditujukan guna membahas kemungkinan penerapan teknologi CCS di Indonesia serta regulasi-regulasi di dalamnya.

Melihat prospek yang cukup baik, CCS diharapkan mampu menjadi salah satu solusi alternatif guna mengurangi emisi CO2. Namun lebih dari itu, perlu kerja sama berbagai pihak dan stakeholder, terutama pemerintah  untuk lebih memperhatikan masalah emisi gas dan ketahanan energi. Selain upaya teknik, upaya non-teknik seperti penguatan dan implementasi regulasi harus menjadi titik berat perhatian dalam upaya penyelamatan bumi dari peningkatan emisi gas rumah kaca.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s