Artificial Trees : Alternatif Pengurangan Emisi Karbon Dioksida

Mampukah artificial trees mengantikan pohon sejati?

Mampukah artificial trees mengantikan pohon sejati?

Karbon dioksida adalah molekul yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim karena molekul ini dapat menyerap energi matahari walau panas dapat melalui molekul CO2. Dampak perubahan iklim yang terjadi berupa perubahan pola angin dan presipitasi, peng-asam-an laut, peningkatan suhu di bumi, pelelehan glasier, peningkatan frekuensi terjadinya kebakaran alami dan peningkatan muka air laut. Proses ini sebenarnya terjadi dalam kondisi normal (tanpa adanya perubahan iklim) namun berlangsung secara lambat sehingga ada cukup waktu untuk bumi berevolusi beradaptasi terhadap lingkungannya. Namun, keberadaan CO2 yang cukup tinggi di atmosfir menyebabkan proses-proses tersebut terjadi secara cepat tanpa tersedianya waktu untuk berevolusi. Akan tetapi bukan manusia namanya jika tidak dapat beradaptasi dengan menggunakan teknologi.

Tidak seperti molekul gas lainnya, CO2 dihasilkan setiap saat baik saat kita menghembuskan nafas maupun saat kita menggunakan energi fosil untuk berkendara. Proses fotosintesis merupakan proses yang menyeimbangkan jumlah CO2 di atmosfir sehingga suhu rata-rata bumi 14C, bandingkan dengan jika tidak ada CO2 di atmosfir, diperkirakan suhu rata-rata bumi -18C.

Saat ini telah banyak upaya yang dilakukan untuk mengurangi jumlah CO2 di bumi. Beberapa orang berpendapat bahwa saat ini manusia harus berhenti menggunakan bahan bakar fosil dan beralih energi terbarukan. Namun hal ini tidak mudah dan tidak dapat mengurangi jumlah CO2 yang ada di atmosfir saat ini. Oleh karena itu, para scientist mencari solusi, salah satunya adalah menciptakan artificial trees. Pohon buatan ini dihasilkan oleh Klaus Lackner (colombia university) yang dapat secara pasif menghisap CO2 dari udara menggunakan “daun” yang mana 1000 kali lebih efisien menyerap karbon dioksida dibandingkan dengan daun sejati yang melakukan proses fotosintesis. “Daun” dibuat dari plastik dan dilapisi dengan resin yang mengandung sodium karbonat yang mana dapat mengikat CO2 dari udara dan membentuk bikarbonat yang disimpan kemudian dapat dicuci dengan uap air atau dapat dikeringkan secara alami untuk dapat menyerap CO2 lebih banyak lagi.

Keunggulan dari artifial trees ini adalah (1) tidak membutuhkan energi cahaya matahari untuk menyerap CO2 sehingga “daun” dapat diposisikan saling overlapping dan bahkan didesain dengan posisi saranglebah agar lebih efisien (2) satu pohon buatan dapat menyerap 1 ton CO2 perhari atau dengan 10 juta pohon buatan, dapat menyerap 3.6 miliar ton CO2 dalam waktu satu tahun (3) biaya produksi pohon buatan lebih murah dibandingkan dengan metode carbon capture and storage (CCS), untuk membuat 1 pohon buatan hanya dibutuhkan $20.000 (4) tidak membutuhkan banyak ruang karena dapat didesain dengan sangat efektif.

disadur dari: Vince, Gaia. 2012. Sucking CO2 from the skies with artificial trees. BBC.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s