Metana dan Akhir Dunia

Methanosarcina -Robinson, R

MethanosarcinaR. Robinson

BOSTON — Jumat (14/12) lalu, Daniel Rothman dari Massachusetts Institute of Technology mengemukakan teorinya mengenai kepunahan masal di bumi yang terjadi pada periode Permian, sekitar 251 juta tahun lalu. Kepunahan yang semula diduga akibat letusan gunung berapi Siberia ternyata tidak cocok dengan temuan di lapangan. Sampel sedimen di Cina yang diperkirakan berasal dari periode akhir Permian memiliki kadar karbon yang terlalu drastis untuk proses geologi seperti letusan gunung berapi.

Rothman menduga kepunahan masal itu disebabkan oleh Archaea Methanosarcina yang mampu menghasilkan metana. Menurut Temposampel sedimen tersebut juga diketahui memiliki kadar nikel yang melonjak tajam. Nikel dalam jumlah besar yang diperkirakan berasal dari lava gunung berapi raksasa Siberia kemungkinan dikonsumsi oleh Methanosarcina untuk menghasilkan metana dengan cepat.

Methanosarcina merupakan methanogen dengan diversifikasi fisiologi yang sangat tinggi dan bertanggungjawab atas sebagian produksi gas metana biogenik di bumi. Methanosarcina dapat hidup dilingkungan yang sangat beragam, sampah, pembuangan limbah, gunung api laut dalam, lapisan sub-permukaan air tanah dan usus dari hewan-hewan ungulata seperti sapi, kambing, domba dan rusa. Methanosarcina juga ditemukan di dalam saluran pencernaan manusia.

Teori kepunahan masal yang disebabkan oleh Metana telah banyak dibahas sebelumnya. Sangat mungkin kepunahan masal berikutnya diakibatkan oleh hal yang sama, yaitu kenaikan metana di bumi secara drastis.

Saat ini metana merupakan gas rumah kaca yang memiliki efek penting dalam menimbulkan pemanasan global. Walaupun konsentrasi metana di atmosfer lebih rendah dibandingkan CO2, metana menghasilkan pemanasan 21 kali lebih banyak dibandingkan CO2. Sekitar 2/3 dari metana global dihsilkan oleh kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, proses drilling dan gas natural dari hewan ternak.

Sebagian masyarakat yang menyadari pentingnya penekanan produksi methana mulai beralih menggunakan mobil hibrid dan menganut gaya hidup vegetarian untuk menekan kebutuhan akan daging ternak yang merupakan salah satu penghasil metana. Beberapa sumber bahkan menyatakan bahwa menjadi vegetarian lebih efektif dalam menekan produksi metana dibandingkan mengganti mobil Anda dengan mobil hibrid prius.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s