Surat Pembaca: Haruskah Babakan Siliwangi Digusur?

Saat ini, Bandung lagi diramaikan oleh isu perubahan fungsi lahan Babakan Siliwangi. Apa itu Babakan Siliwangi? Babakan Siliwangi adalah salah satu ruang terbuka hijau (RTH) di kota Bandung yang terletak di daerah bilangan Taman Sari dan Siliwangi.

Sebagai RTH, Babakan Siliwangi memiliki berbagai fungsi, seperti sebagai daerah resapan air, paru-paru kota serta habitat dari makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Selain itu, Babakan Siliwangi juga sering digunakan sebagai tempat beraktivitas warga Bandung.

Lalu, mengapa isu perubahan fungsi lahan ini diributkan? Apa dampak yang akan terjadi jika Babakan Siliwangi mengalami perubahan fungsi lahan?

Dari sisi ekologis, perubahan fungsi lahan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem alami. Ekosistem terbentuk melalui interaksi antara faktor biotik (makhluk hidup) dan abiotik (faktor lingkungan). Interaksi antara faktor-faktor ini dapat terganggu jika terjadi perubahan ekosistem.

Memang, perubahan fungsi lahan kadang diperlukan untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Namun menurut saya perubahan fungsi lahan pada Babakan Siliwangi berorientasi pada aspek ekonomi saja. Dari sudut pandang saya, proyek ini jelas tidak melihat dampaknya pada lingkungan. Jika perubahan lahan tetap dilakukan, yang jadi korban tentu saja lingkungan kita.

Tentu saja, karena kita membutuhkan lingkungan alami untuk hidup, jelas malapetakanya akan berbalik pada kita sendiri.

Jika dijabarkan, terdapat berbagai macam masalah yang dapat muncul jika Babakan Siliwangi diubah fungsi lahannya. Masalah-masalahnya adalah sebagai berikut:

  1. Berkurangnya air bersih sebagai akibat dari berkurangnya daerah resapan air.
  2. Meningkatnya suhu akibat berkurangnya paru-paru kota yang mengubah gas rumah kaca (terutama karbon dioksida) menjadi oksigen. Singkatnya, gas rumah kaca dapat menahan panas matahari lebih lama dalam atmosfer.
  3. Rusaknya habitat alami di wilayah Babakan Siliwangi. Babakan Siliwangi ini sudah menjadi refuge area bagi para makhluk hidup di dalamnya. Makhluk-makhluk ini tentu saja berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Jika habitat alami terganggu, makhluk-makhluk di dalam Babakan Siliwangi bisa terancam atau bahkan menjadi hama.

Dari yang saya ketahui, beberapa dari warga Bandung menyetujui adanya perubahan fungsi lahan di Babakan Siliwangi. Saya berasumsi bahwa orang-orang ini tidak tahu betul dampak-dampak yang mungkin terjadi jika fungsi lahan sampai diubah.

Menurut saya pribadi, perubahan sekecil apapun akan sangat berdampak pada Babakan Siliwangi. Lingkungan memang punya daya untuk memulihkan keseimbangan, namun mengingat luas wilayahnya yang sudah tinggal sangat sedikit, saya kurang yakin jika dengan adanya pembangunan keseimbangan tersebut akan pulih.

Dari hasil observasi saya, lingkungan alami yang sudah dimasuki manusia, jarang sekali ada yang terjaga keutuhannya. Singkatnya, coba bandingkan pantai yang sudah sering dikunjungi orang, dengan pantai yang terisolasi dan tidak terjamah. Mana yang lebih terjaga?

Selain itu, sebagai warga Bandung, saya merasa bahwa lingkungan alami Bandung sudah sangat tertekan. Dari peristiwa banjir yang terjadi baru-baru ini, terlihat bahwa daya dukung lingkungannya sudah kritis. Haruskah Babakan Siliwangi ikut digusur, mengingat kritisnya kondisi Bandung saat ini?

Gresa Palma Gunawan
Bandung

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s