Ecovative: Revolusi Material Dengan Jamur

Produk Ecovative  -Ecovativedesign

Produk Ecovative.      Ecovativedesign

Ecovative lahir dari sebuah project hasil garapan dua mahasiswa Rensselaer Polytechnic Institute, Amerika–Eben Bayer dan Gavin McIntyer.

Proyek ini lahir dari ketertarikan Bayer dan McIntyer pada kemampuan jamur yang dapat menjalin serpihan kayu dengan kuat. Kemampuan fungi ini menyerupai resin yang dapat menyatukan material yang dibungkusnya. Hal ini menginspirasi keduanya untuk mewujudkan material yang dapat menggantikan busa polystyrene, plastik, dan material berbahaya lain.

Salah satu produk Ecovative adalah antara lain Mushroom® Packaging. Mushroom® Packaging berfungsi untuk menggantikan busa polystyrene sebagai bahan pengemas. Saat ini, salah satu konsumen Mushroom® Packaging adalah perusahaan elektronik Dell.

Wine shipper Ecovative -Ecovativedesign

Wine shipper Ecovative.Ecovativedesign

Selain itu, Ecovative juga sedang mengembangkan bahan bangunan yang tahan api dan memiliki kandungan VOC (Volatile Organic Compounds) rendah sebagai bahan alternatif untuk panel insulasi dan tile accoustic.

Inovasi termutakhir ini membawa Ecovative pada berbagai penghargaan di bidang bisnis yang berkaitan dengan lingkungan, seperti Environmental Excellence Award (New York State Department of Environmental Conservation) dan Durable Product Award untuk produk non-woven (RISE).

Menggabungkan Sisa Industri Agrikultur Dengan Jamur

Bagaimana Ecovative menghasilkan material kuat dengan bantuan jamur? Bahan dasar Ecovative berupa sisa-sisa tanaman dari industri agrikultur yang tidak lagi memiliki nilai ekonomi.

Limbah agrikultur yang telah dibersihkan ini kemudian diinokulasi dengan miselium fungi. Miselium kemudian akan tumbuh dengan menggunakan nutrisi dari limbah agrikultur tanpa kebutuhan akan cahaya, air ataupun input petrokimia.

Pada proses ini, miselium berperan seperti lem yang merekatkan material di media tumbuhnya dan dapat mengikuti bentuk cetakan. Material yang terbentuk dari cetakan akan didehidrasi dan dipanaskan untuk menghentikan pertumbuhan fungi. Penggunaan jenis material limbah agrikultur yang berbeda dapat menghasilkan densitas, kekuatan, tekstur dan tampilan yang bermacam-macam sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Produk Ecovative

Panel Ecovative berbagai densitas. –Ecovativedesign

Revolusi Material yang Zero-Waste dan Ramah Lingkungan

Dewasa ini, sangat dibutuhkan revolusi material yang ramah lingkungan. Dunia tidak lagi memiliki cukup tempat untuk menampung sampah dalam waktu yang lama. Tidak ada lagi tempat untuk plastik bekas dan tumpukan polystyrene.

Polystyrene yang banyak digunakan sebagai material pengemas bersifat non-biodegradable sehingga membutuhkan waktu dekomposisi selama ratusan tahun. Saat ini, busa polystyrene adalah komponen utama debris plastik di lautan dan berbahaya bagi kehidupan laut karena mengandung zat toksik.

Di Indonesia, beberapa kelompok masyarakat telah memanfaatkan sisa bag log dari petani jamur sebagai peti kemas dan kayu bakar dengan prinsip teknologi produksi yang sama dengan Ecovative.

Jamur yang terkenal memiliki jalinan miselium yang kedap air dan kuat adalah jamur Shiitake dan Lingzhi. Sifatnya yang kedap air memunculkan peluang untuk memproduksi suatu bahan yang dapat menggantikan gelas plastik atau busa polystyrene yang sampai saat ini masih digunakan di berbagai industri yang bergerak di bidang kuliner.

Sampai saat ini, di Indonesia belum diketahui adanya suatu perusahaan/kelompok yang secara khusus mengelola bag log bekas jamur untuk dijadikan suatu produk lain yang bernilai tambah secara ekonomi.

Dengan munculnya material alternatif seperti ini, berapa banyak masalah lingkungan yang dapat terselesaikan? Selain mengurangi volume sampah dan berbagai dampak lanjutannya, material ini dapat membantu mengurangi senyawa kimia toksik dalam proses produksi polystyrene.

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan packaging unik berbasis ekologi ini, produk Ecovative dapat dipesan melalui situs resminya dengan kisaran harga antara 4-90 Euro.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s